Penyakit Kelamin Raja Singa

Penyakit kelamin raja singa adalah sejenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri spirochaeta pallida yang sekarang lazim disebut treponema pallidum. Bakteri ini berbentuk spiral berwarna putih dan lekas mati diluar tubuh manusia. Penularannya sebagaian besar terjadi melalui hubungan kelamin.

Penyebab Penyakit Kelamin Raja Singa

Penyakit raja singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Penyakit raja singa tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.

Gejala dan Tanda-Tanda Penyakit Kelamin Raja Singa

 

Masa inkubasi antara 10-90 hari, dengan gejala sebagai berikut :

Tahap Pertama

9-90 hari setelah terinfeksi akan timbul luka kecil, bundar dan tidak sakit (chancre) – tepatnya pada kulit yang terpapar atau kontak langsung dengan penderita. Chancre sebagai tempat masuknya penyakit hampir selalu muncul di dalam dan sekitar genetalia, anus bahkan mulut. Pada kasus yang tidak dibobati (sampai tahap pertama berakhir), setelah beberapa minggu, chancre akan menghilang tapi bakteri tetap berada di tubuh penderita.

Tahap Kedua

1-2 bulan kemudian, muncul gejala lain, seperti :

– Sakit tenggorokan
– Sakit pada bagian dalam mulut
– Nyeri otot
– Demam
– Lesu,
– Rambut rontok
– Terdapat bintil

Lalu setelah beberapa bulan kemudian akan menghilang, namun ada sejumlah orang tidak mengalami gejala lanjutan.

Tahap Ketiga

Dikenal sebagai tahap akhir raja singa. Pada fase ini chancre telah menimbulkan kerusakan fatal dalam tubuh penderita. Dalam stase ini akan muncul gejala-gejala, yaitu :

– Kebutaan
– Tuli
– Borok pada kulit
– Penyakit jantung
– Kerusakan hati
– Lumpuh
– Gila

Cara Penularan Penyakit Raja Singa

Bakteri Treponema pallidum senang hidup di lapisan lendir di mulut dan organ kelamin. Maka bila ada yang berhubungan intim baik dengan berciuman, penetrasi dan seks oral dapat memungkinkan penularan penyakit kelamin raja singa ini. Penyakit ini dapat diidap oleh pria maupun wanita.

Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa pada wanita

Gejala penyakit Raja Singa (Sipilis) berlangsung 3-4 minggu, dan kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.
Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Apabila gejala ini diperinci lagi menjadi:

-         Stadium I

Munculnya luka kemerahan dan basah pada daerah vagina, poros usus atau mulut. Luka yang muncul disebut dengan chancre dan muncul di tempat spirochaeta masuk ke tubuh untuk pertama kalinya. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya muncul pada lipatan paha anda. Stelah beberapa minggu luka akan hilang dengan sendirinya. Dalam tahap ini penyakit kelamin raja singa termasuk dalam tahap yang sangat menular.

-         Stadium II

Stadium II ini muncul apabila penyakit raja singa pada stadium I tidak segera dilakukan pengobatan. Pada tahap ini penderita akan mengalami ruam, terutama pada telapak kaki dan tangan. Penderita akan menemukan luka-luka pada bibir, mulut, tenggorokan, vagina, bahkan dubur sekalipun. Gejala yang muncul sama dengan flu, seperti demam dan pegal-pegal. Stadium II penyakit kelamin raja singa ini biasanya berlangsung selama 1-2 minggu.

-         Stadium III

Stadium akan terus berlanjut ketahap berikutnya apabila pada tahap sebelumnya penyakit ini tidak diobati. Stadium III juga sering disebut stadium laten. Pada fase ini penyakit akan hilang dengan sendirinya namun penyakit tersebut masih bersarang dalam tubuh anda dan masih terus bergerak keseluruh tubuh. Pada fase ini akan berlangsung nbertahun-tahun lamanya.

-         Stadium IV

Stadium IV juga dikenal dengan fase tersier. Penderita penyakit kelamin raja singa pada fase ini spirochaeta telah menyebar ke seluruh tubuh anda dan dapat merusak otak, jantung, batang otak, bahkan dapat merusak tulang anda.

Pada wanita yang tengah mengandung, penyakit raja singa dapat ditularkan ke bayi melalui plasenta. Untuk itu ibu perlu menjalani perawatan dengan penisilin. Bila tidak diobati, maka bayi yang akan dilahirkan kelak dapat buta dan bahkan kematian.

Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa pada pria

Pada pria yang tertular penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip dengan apa yang dirasakan pada penderita wanita. Perbedaan utamanya terletak pada tahap pertama chancre tersebut akan muncul di daerah penis. Dan pada tahap kedua, akan muncul luka-luka di daerah penis, mulut, tenggorokan dan dubur. Orang yang telah tertular oleh spirochaeta penyebab penyakit kelamin raja singa dapat menemukan adanya chancre setelah tiga hari – tiga bulan bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh. Kalau sifilis stadium satu ini tidak diobati, tahap kedua penyakit ini dapat muncul kapan saja, mulai dari tiga sampai enam minggu setelah timbulnya chancre.

 

Cara Pemesanan Propolis Obat Penyakit Raja Singa (Sifilis)
Untuk Mengobati Penyakit Raja Singa

1 Botol Propolis Obat Penyakit Raja Singa Harga Rp. 100.000 dengan Isi 6 ml/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0635-7728, tuliskan: Pesan Propolis-Obat Penyakit Raja Singa, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

This entry was posted in Penyakit Raja Singa and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>